Tampilkan postingan dengan label Dongeng Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dongeng Anak. Tampilkan semua postingan
Asal Mula Guntur
Dahulu kala peri dan manusia hidup berdampingan dengan rukun. Mekhala, si peri cantik dan pandai, berguru pada Shie, seorang pertapa sakti. Selain Mekhala, Guru Shie juga mempunyai murid laki-laki bernama Ramasaur. Murid laki-laki ini selalu iri pada Mekhala karena kalah pandai. Namun Guru Shie tetap menyayangi kedua muridnya. Dan tidak pernah membedakan mereka.
Anak Katak Yang Sombong
Di tengah padang rumput yang sangat luas, terdapat sebuah kolam yang dihuni oleh berpuluh-puluh katak. Diantara katak-katak tersebut ada satu anak katak yang bernama Kenthus, dia adalah anak katak yang paling besar dan kuat. Karena kelebihannya itu, Kenthus menjadi sangat sombong. Dia merasa kalau tidak ada anak katak lainnya yang dapat mengalahkannya.
Asal Mula Rumah Siput
Dahulu kala, siput tidak membawa rumahnya kemana-mana… Pertama kali siput tinggal di sarang burung yang sudah ditinggalkan induk burung di atas pohon .
Aladin Dan Lampu Ajaib
Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. "Kraak…" tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua.
Tukang Sepatu Dan Liliput
Dahulu kala, disebuah kota tinggal seorang Kakek dan Nenek pembuat sepatu. Mereka sangat baik hati. Si kakek yang membuat sepatu sedangkan nenek yang menjualnya. Uang yang didapat dari setiap sepatu yang terjual selalu dibelikan makanan yang banyak untuk dibagikan dan disantap oleh orang-orang jompo yang miskin dan anak kecil yang sudah tidak mempunyai orangtua. Karena itu walau sudah membanting tulang, uang mereka selalu habis. Karena uang mereka sudah habis, dengan kulit bahan sepatu yang tersisa, kakek membuat sepatu berwarna merah. Kakek berkata kepada nenek, “Kalau sepatu ini terjual, kita bisa membeli makanan untuk Hari Raya nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)
Artikel Lainnya
Dongeng Anak / Cerita
Video Anak
Kesehatan
3 Penyebab Kelakuan Anak Diluar Kebiasaan
Ingin Anak Berprestasi ? Atur Durasi Tidurnya
10 Tips Mencegah Gigi Balita Berlubang
Bagaimana Meningkatkan Kecerdasan Anak Balita dengan Cepat dan Pasti !
Diabetes Anak
Deteksi Dini Diabetes Pada Anak
Kenali Penyebab Diabetes Pada Anak
Autis
Benarkah Anak Autis Memiliki Otak Lebih Besar ?
Anak Autis ? Bagaimana Pendidikannya ?
Segeralah Bawa Ke Dokter Bila ...
Bangunlah Karakter Dan Harga Diri Anak
"PERTOLONGAN PERTAMA BAYI JATUH"
Benarkah Kelainan Jantung Diturunkan Pada Anak ?
Anak Anda Hilang Di Keramaian ?.. Inilah tipsnya
.......







